Hadis tentang Aqiqah

Hadis tentang aqiqah

header-da
Hadis tentang aqiqah

Hadis tentang aqiqah

Semua tentang Hadis tentang aqiqah

Mengenai Hadis tentang aqiqah ini, jumhur ulama fiqih menyatakan bahwa:  hukum aqiqah ini adalah sunat. Dalil yang menunjukkan atas disyariatkannya aqiqah adalah hadis Samurah bin Jundub radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم السابع ويحلق رأسه ويسمى
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, dilakukan penyembelihan untuknya pada hari ketujuh (dari hari kelahirannya), dicukur rambutnya, dan diberikan nama.”
[HR Abu Daud (2838) dan Ibnu Majah (3165). hadis shahih]

Mengenai Hakikat Tergadai

Makna tergadai (dalam hadis tersebut masih diperselisihkan. Sejumlah orang mengatakan, maknanya tergadai dari syafa’at untuk kedua orang tuanya. Hal itu dikatakan oleh Atha dan diikuti oleh Imam Ahmad. Pendapat tersebut perlu dikoreksi, karena syafa’at anak untuk bapak tidak lebih utama dari sebaliknya. Sedangkan keadaannya sebagai bapak tidaklah berhak memberikan syafa’at untuk anak, demikian juga semua kerabat.

Allah Azza wa Jalla berfirman.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا

Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.
[Luqman/31 : 33]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman.

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at.
[al-Baqarah/2 : 48]

Allah Azza wa Jalla berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ

Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at.
[al-Baqarah/2 : 254]

Maka pada hari Kiamat, siapa saja tidak bisa memberikan syafa’at kepada seorangpun kecuali setelah Allah Azza wa Jalla memberikan izin bagi orang yang dikehendaki dan diridhai oleh-Nya. Dan izin Allah Azza wa Jalla itu tergantung kepada amalan orang yang dimintakan syafa’at, yaitu amalan tauhidnya dan keikhlasannya. Juga (tergantung) kepada kedekatan dan kedudukan pemohon syafa’at di sisi Allah Azza wa Jalla. Syafa’at tidak diperoleh dengan sebab kekerabatan, keadaan sebagai anak dan bapak.

Penghulu seluruh pemohon syafa’at dan orang yang paling terkemuka di hadapan Allah Azza wa Jalla (yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) pernah berkata kepada paman, bibi, dan putrinya :

لاَأُغْنِي عَنْكُم مِنْ اللَّهِ شَيْئًا

Aku tidak dapat menolak (siksaan) dari Allah terhadap kamu sedikit pun

Di dalam riwayat lain.

لاَأمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا

Aku tidak menguasai kebaikan sedikitpun dari Allah untuk kamu

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata dalam syafa’at yang paling besar ketika beliau bersujud di hadapan Rabbnya dan memohonkan syafa’at : ‘Kemudian Allah menetapkan batas untukku, lalu aku memasukkan mereka ke dalam surga’.

Atas dasar itu, syafa’at beliau hanya dalam batas orang-orang yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla dan syafa’at beliau tidak untuk selain mereka yang telah ditentukan.

Maka bagaimana dikatakan bahwa anak akan memohonkan syafa’at untuk bapaknya, namun jika bapaknya tidak melakukan aqiqahnya, maka anak itu ditahan dari memohonkan syafa’at untuk bapaknya?
Adapun dalil yang memalingkannya dari hukum wajib kepada hukum mustahab adalah hadis ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
من ولد له ولد فأحب أن ينسك عنه فلينسك عن الغلام شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة
“Barangsiapa yang anaknya lahir lalu dia ingin menyembelih (aqiqah) untuknya maka hendaknya dia menyembelih dua Domba yang serupa sifatnya untuk anak lelaki dan seekor Domba untuk anak perempuan.”
[HR Abu Daud (2842). hadis hasan.]
Hadis diatas menunjukkan bahwasanya apabila yang lahir adalah anak lelaki maka jumlah domba yang disembelih adalah dua ekor dan memiliki sifat yang sama atau mirip, sedangkan bila yang lahir adalah anak perempuan maka yang disembelih adalah satu ekor domba saja.

beda-domba-dan-kambing

Bagaimanakah Apabila Tidak Mampu Menyembelih Dua Ekor Domba?

Afdholnnya adalah menyembelih dua ekor Domba untuk anak lelaki. Namun, apabila karna satu dan lain hal orang tua tidak memiliki kemampuan untuk bisa menyembelih dua ekor Domba maka dia boleh menyembelih satu ekor saja.

hadis yang dimaksud adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (Domba) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. hadis ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. [al-Muddatsir/74 : 38]

Allah Azza wa Jalla berfirman.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا

Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka disebabkan perbuatan mereka sendiri.
[al-An’am/6 : 70]

Maka orang yang tergadai adalah orang yang tertahan, kemungkinan disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain. Adapun orang yang tidak memohonkan syafa’at untuk orang lain tidak disebut ‘tergadai’ sama sekali. Bahkan orang yang tergadai adalah orang yang tertahan dari urusan yang akan dia raih, namun hal itu tidak harus terjadi dengan sebab darinya, bahkan hal itu terjadi terkadang disebabkan oleh perbuatannya sendiri atau perbuatan orang lain. Dan Allah Azza wa Jalla telah menjadikan aqiqah terhadap anak sebagai sebab pembebasan gadainya dari setan yang telah berusaha mengganggunya semenjak kelahirannya ke dunia dengan mencubit pinggangnya. Maka aqiqah menjadi tebusan dan pembebas si anak dari tahanan setan terhadapnya, dari pemenjaraan setan di dalam tawanannya, dari halangan setan terhadapnya untuk meraih kebaikan-kebaikan akhiratnya yang merupakan tempat kembalinya. Maka seolah-olah si anak ditahan karena setan menyembelihnya (memenjarakannya) dengan pisau (senjata) yang telah disiapkan setan untuk para pengikutnya dan para walinya.

Setan telah bersumpah kepada Rabbnya bahwa dia akan menghancurkan keturunan Adam kecuali sedikit di antara mereka. Maka setan selalu berada di tempat pengintaian terhadap si anak yang dilahirkan itu semenjak keluar di dunia. Sewaktu si anak lahir, musuhnya (setan) bersegera mendatanginya dan menggabungkannya kepadanya, berusaha menjadikannya dalam genggamannya dan pemahamannya serta dijadikan rombongan pengikut dan tentaranya.

Setan sangat bersemangat melakukan ini. Dan mayoritas anak-anak yang dilahirkan termasuk dari bagian dan tentara setan. Sehingga si anak berada dalam gadai ini. Maka Allah Azza wa Jalla mensyariatkan bagi kedua orang tuanya untuk melepaskan gadainya dengan sembelihan yang menjadi tebusannya. Jika orang tua belum menyembelih untuknya, si anak masih tergadai dengannya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اَلْغُلاَمُ مُرْنَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ، فَأَرِيْقُوْا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُواعَنْهُ الأَذَى

Seorang bayi tergadai dengan aqiqahnya, maka alirkan darah (sembelihan aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (cukurlah rambutnya) darinya. [1]

Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mengalirkan darah (menyembelih aqiqah) untuknya (si anak) yang membebaskannya dari gadai, jika gadai itu berkaitan dengan kedua orang tua, niscaya beliau bersabda :’Maka alirkan darah untuk kamu agar syafa’at anak-anak kamu sampai kepada kamu’. Ketika kita diperintahkan dengan menghilangkan kotoran yang nampak darinya (si anak dengan mencukur rambutnya) dan dengan mengalirkan darah yang meghilangkan kotoran batin dengan tergadainya si anak, maka diketahui bahwa itu untuk membebaskan anak dari kotoran batin dan lahir. Allah Azza wa Jalla lebih mengetahui maksud-Nya dan makud Rasul-Nya’.

 

Hadis tentang aqiqah

Hadis tentang aqiqah

Hadis tentang aqiqah

Hadis tentang aqiqah

CEK JUGA >>>

BACK

Advertisements

Hukum Aqiqah

Hukum Aqiqah

By Dapoer Aqiqah

 

Hukum Aqiqah dalam Islam

Tinjauan hukum aqiqah menurut sunah dan hadis

logo-ok
Hukum Aqiqah Dalam Islam – Apa itu Aqiqah? Akikah atau Aqiqah adalah suatu perayaan dengan menyembelih domba yang digunakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran buah hati yang baru saja lahir. Syarat penyembelihan domba yang dikorbankan untuk anak perempuan dan lelaki pun berbeda. Satu domba untuk aqiqah anak bayi perempuan dan dua domba untuk aqiqah anak laki-laki.

cara-memandikan-bayi-baru-lahir
Hukum Aqiqah

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai hukum aqiqah dan hal ihwal penting yang berhubungan dengan hukum aqiqah. Yang ditinjau dari berbagai aspek sahih mengenai hukum aqiqah ini. Semoga membantu Anda yang sedang mencari informasi mengenai hukum aqiqah dan akan menjalankan ibadah sunah aqiqah seperti dari hadis nabi mengenai aqiqah sebagai berikut:

Hadis dalam Sahih Bukhari

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya

 

DEFINISI AQIQAH
Sebelum membahas hukum aqiqah, maka ada baiknya kita membahas apa itu definisi aqiqah. Menurut etimologis lughawi aqiqah artinya memotong, dalam bahasa arabnya al-qat’u atau sebuah nama untuk rambut di kepala seorang bayi yang baru dilahirkan.

Menurut terminologi syariah fiqih, aqiqah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia lahirnya buah hati tercinta baik lahirnya laki-laki ataupun perempuan.
Kemudian daripada itu, di dalam kitab Fathul Qorib al-Mujib Imam Al-Ghazi mendefinisikan aqiqah sebagai berikut:

(الذبيحة عن المولود يوم سابعه) أي يوم سابع ولادته بحسب يوم الولادة من السبع)

artinya: Domba yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya.

DALIL AQIQAH

Dalil aqiqah merupakan dasar hukum yang dirujuk ketika menjalankan aqiqah adalah beberapa hadis sebagai berikut dibawah ini:

Hadis Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadis shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى
Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

Hadis riwayat Malik dan Ahmad

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً.
Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya.

Hadis riwayat Abu Daud

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor domba yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor domba untuk bayi perempuan.

Hadis riwayat Abu Daud
أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا
Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor domba kibas.

Hadis riwayat Abu Daud dan Nasai

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ
Artinya: Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor domba yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor domba

CEK JUGA >>>

 

Copyright @ Hukum Aqiqah

 

Perbedaan Domba Jantan dan Betina

Perbedaan Domba Jantan dan Betina

By Aqiqah Bandung

Perbedaan Domba Jantan dan Betina dari berbagai Sisi pembahasan

domba-jantan
Perbedaan Domba Jantan dan Betina

 

 

 

Apa sebenarnya Perbedaan Domba Jantan dan Betina serta hal ihwal yang berkaitan dengan Perbedaan Domba Jantan dan Betina akan dibahas secara lugas den jelas dalam artikel Perbedaan Domba Jantan dan Betina ini dari berbagai aspek tinjauan khusus supaya kita semua dapat memahami dengan benar apa dan bagaimanakah Perbedaan Domba Jantan dan Betina ini secara komprehensif.

Kenapa yang dibahas Domba bukan kambing?

Karena rasa dari daging domba lebih lezat. Ini sudah terbukti dari potongan kami atas ternak yang sudah lebih dari 3 tahun namun tetap lembut, bukan hanya itu secara serat lebih halus dan mudah masak, makanya tidak heran banyak tukang sate yang lebih memilih domba di bandingkan kambing. Sebut saja beberapa tukang sate yang anda tahu, pasti dia menggunakan daging domba, kami tahu beberapa tukang sate kambing yang secara nama menggunakan nama sate kambing namun pelaksanaannya menggunakan domba. Namun tidak etis bagi kami untuk menyebutkannya di dalam artikel kami, takutnya hal tersebut menjadi rahasia perusahaan.

 

Beda dari Kambing dan Domba

Sebelum membahas apabeda domba jantan dan domba betina, menarik juga untuk membahas bedanya kambing dan domba. Dalam bahasa Inggris, daging kambing disebut sebagai mutton. Kalau di restoran India atau Pakistan Anda menemui mutton curry, maka itulah yang benar-benar kambing. Kare kameng kalau bahasa Acehnya, alias kari kambing.
Domba atau biri-biri disebut lamb. Bila Anda memesan lamb chop di restoran, maka yang datang adalah daging domba yang biasanya dipotong di bagian iga dan masih disertai tulangnya. Direstoran Timur Tengah juga sering tertulis di menu lamb shank yang artinya paha atas domba – biasanya dimasak utuh dalam penyajian mandhi atau madbhi.

 

Domba Jantan dan Domba Betina

Secara Fisik dapat dibedakan domba jantan dan betina adalah sebagai berikut:

  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, domba betina tanduknya kecil bahkan tidak muncul
  • Domba jantan memiliki torpedo atau kantong testis yang besar terletak diluar tubuhnya sedangkan domba betina tidak ada.
  • Domba betina ketika dewasa memunculkan kelenjar susu atau puting susu untuk menyusui anaknya. Sedang domba jantan tidak ada.
  • Domba jantan memiliki surai yang memberikan tanda kegagahan. Sedangkan domba betina tidak memilikinya.

 

Cek Juga >>>

copyright >>> Perbedaan Domba Jantan dan Betina 2016

Beda Domba dan Kambing

Beda Domba dan Kambing

By Dapoer Aqiqah Bandung

 

domba-kambing

Apa beda daripada Domba dan Kambing?

Bagi orang awam domba dan kambing ya sama saja. Tapi sebenarnya ada bedanya. Apasaja bedanya? berikut menurut Pusat Domba Aqiqah Bandung dijelaskan :

Hewan kambing ataudomba atau sering disebut juga ternak ruminansia kecil merupakan ternak yang sangat populer di kalangan petani di Indonesia terutama yang berdomisili di areal pertanian atau perkebunan. Selain lebih mudah dipelihara, cepat berkembang biak, dapat memanfaatkan limbah dan hasil ikutan pertanian, ternak kambing atau domba juga memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan hanya memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak yang lebih besar seperti ternak sapi. Pengetahuan akan perbedaan akan domba dan kambing merupakan hal yang sangat penting dalam mendalami ilmu peternakan, karena domba dan kambing memiliki bentuk yang hampir serupa dan cara hidupnya sama. Domba dan kambing berkaitan erat karena keduanya berada dalam subfamili Caprinae, Pada dasarnya kambing merupakan jenis yang berbeda, banyak masyarakat yang masih menyebut domba adalah kambing dan sebaliknya. kambing dan domba bias dibedakan dengan melihat siklus birahi, taksonomi, ekor,makanan, perilaku, dan tanduk serta kambing biasanya memiliki bulu-bulu yang halus, serta domba memiliki bulu yang kasar dan keriting.

BEDA DOMBA DAN KAMBING ADALAH

Domba ( Ovis)

Kambing ( Capra)

Tidak Memiliki kelenjar bau yang terdapat di ke empat kakinya

Terdapat kelenjar bau di ke empat kakinya

Tidak berbau tajam

Berbau kuat (prengus) khususnya pada yang jantan

Tidak berjenggot

Berjenggot pada yang jantan

Terdapat celah bibir atas

Tidak ada celah bibir atas

Tanduknya berputar (seperti sekrup) ke arah kanan

Perputaran tanduknya ke kiri

Ekornya lurus ke bawah

Ekornya mencuat keatas

Jumlah kromosom 2n = 54

Jumlah kromosom 2n = 60

Lebih menyukai rumput (tidak selektif)

Lebih menyukai daun-daunan (selektif)

Beda Domba dan Kambing dari segi penelitian

Berdasarkan hasil penelitian Elita (2006) bahwa konsumsi bahan kering, bahan organik, air minum, dan volume urine  domba lebih tinggi dari pada kambing. Beda Domba dan Kambing adalah memiliki kemampuan yang sama dalam mencerna bahan kering dan bahan organik dan memiliki kemampuan yang sama dalam pertambahan bobot badan. Kambing lebih efisien dibandingkan domba. Berat jenis urine kambing lebih tinggi dibandingkan domba. Perbedaan jenis kelamin pada kambing dan domba tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik, air minum, kecernaan bahan kering dan bahan organik, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bahan kering feses, kadar air feses, volume urine dan Berat Jenis urine. 

daging-domba
Dagingnya Beda Domba dan Kambing >>> daging kambing lebih beraroma prengus dibandingkan domba

 

Hal lainnya mengenai beda domba dan kambing

 

beda-domba-dan-kambing

Adapun perbedaan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Kegiatan serta cara makan kambing meramban, pemakan semak dan lebih banyak emilih, sedangkan domba merumput dan kurang banyak memilih;
  • Kambing memiliki alat perasa lebih tajam dari domba;
  • Kambing memiliki tingkat sekresi saliva yang lebih besar dari domba;
  • Kambing lebih efisien mencerna hijauan kasar dan waktu penyimpanan pakan dalam saluran pencernaan lebih lama dibandingkan domba;
  • Kambing memiliki konsentrasi NH dalam rumen lebih tinggi dari pada domba;
  • Kambing lebih tahan terhadap tanin sedangkan domba kurang tahan.

 

Dari Segi Rasa beda domba dan kambing

Darisegi rasanya beda domba dan kambing yaitu setelah dimasak, daging kambing lebih lezat karena kandungan berat dagingnya memiliki komposisi khusus yang membuat rasa gurihnya lebih dominan ketika dimasak, terutama jika dibakar. Hal ini karena rasio protein lemak daging kambing cukup tinggi, yaitu 1:8, lebih tinggi daripada domba. Akibatnya ketika dibakar, rasa gurih protein akan ikut menyokong rasa gurih yang ditimbulkan oleh lemak.

Copyright by Beda Domba dan Kambing 2016 Dapoer Aqiqah artikel tentang Beda Domba dan Kambing dan juga tulisan mengenai Beda Domba dan Kambing

CEK JUGA >>>